Roa Malaka, Tak Tersentuh Corona di Jakarta

*Dari 267 kelurahan di DKI Jakarta, terdapat lima kelurahan yang belum tersentuh virus corona. Salah satunya Roa Malaka.

 

Sejak virus corona (COVID-19) mulai menyebar di DKI Jakarta pada awal Maret 2020 yang lalu, seluruh ketua rukun warga dan rukun tetangga di Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, langsung dikumpulkan oleh lurah setempat. Salah satu keputusan yang diambil adalah segera melakukan penutupan seluruh akses jalan ke kelurahan itu dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Penutupan jalan juga dikoordinasikan dengan Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Roa Malaka.

 

"Langkah tersebut dilakukan karena mobilitas di kelurahan Penjaringan cukup tinggi. Di sana ada tol, ada stasiun kereta, dan sebagainya. Ini yang cukup kita waspadai dan saya kira bisa dikatakan daerah yang cukup rentan karena berbatasan langsung dengan Kelurahan Penjaringan itu," kata Yusri Abdillah, Ketua RW 03, Kelurahan Roa Malaka, kepada detikX pekan lalu, di Roa Malaka.

 

Menurut Yusri, pembatasan akses keluar masuk Roa Malaka itu bertujuan untuk mempersempit potensi penyebaran virus corona. Penutupan akses itu terbukti mengurangi ruang gerak warga dan penyebaran virus corona. Hingga kini, RW 03 menjadi salah satu RW yang masih berstatus hijau, yang berarti terbebas dari penularan virus corona. Kelurahan Roa Malaka sendiri saat ini juga termasuk kelurahan yang masih bertahan dari paparan virus yang pertama kali merebak di Wuhan, China, tersebut.

 

Roa Malaka bersama empat kelurahan lainnya di DKI Jakarta masih terbebas dari COVID-19. Roa Malaka adalah satu-satunya kelurahan yang berada di daratan Jakarta. Keempat kelurahan lainnya terletak di Kepulauan Seribu, yakni Kelurahan Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulang Panggang, dan Pulau Harapan. Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, hingga Selasa, 16 Juni 2020, angka positif corona di Jakarta mencapai 9.092. Korban meninggal dunia sebanyak 583 orang dan yang sembuh sebanyak 4,329 orang. Kasus-kasus positif corona itu tersebar di 262 kelurahan.

 

Pada saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, menurut Yusri, pihaknya juga langsung bermusyawarah dengan tokoh-tokoh agama setempat. Hal itu untuk menjalin pengertian soal ditutupnya tempat-tempat ibadah untuk sementara waktu. Seluruh tokoh agama pun memahami. Alhasil pada saat Ramadhan warga beribadah di rumah mereka masing-masing. Warga pun menggelar salat Ied di rumah pada Hari Raya Idul Fitri. Masjid baru dibuka ketika Pemprov DKI Jakarta menerapkan PSBB Transisi.

 

"Kemarin mendekati musim mudik juga alhamdulillah disini tidak ada yang mudik ya. Kita tetap patuh mengikuti anjuran pemerintah agar tetap di rumah. Bukannya kita menakut-nakuti tapi beberapa warga yang ingin mudik kita beri masukan agar tidak mudik karena kalau mudik kemungkinan besar tidak bisa kembali ke Jakarta lagi," katanya. Bagi pendatang baru di Roa Malaka, maka harus bisa menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta.

 

Selengkapnya...

Ad